ANAGRAM SEBAGAI SEBUAH PERMAINAN KATA DAN MAKNA [part 1]


ANAGRAM SEBAGAI SEBUAH PERMAINAN KATA DAN MAKNA [part 1]

FERRY ISMAWAN

 

 Chemistry = shit, me cry!!” Begitulah sebuah rutukan yang sering terdengar saat ada ulangan mendadak di sebuah sekolah menengah atas. Jika kita tidak tahu, kita akan menganggap bahwa frase tersebut tak lain hanyalah terjemahan bebas dan tak ber-grammar dari “pelajaran kimia membuatku  sial, kadang menangis. Namun jika kita cermati, itu adalah sebuah anagram atau wordplay yang memang sedikit butuh waktu untuk mencernanya. Mungkin contoh lain akan membuat kita memahami apa itu anagram. Coba kita bandingkan sebuah nama terkenal, Albert Einstein yang beranagram dengan “ten elite brains” yang bisa berarti sepuluh otak-otak pilihan. Pertanyaannya, kok artinya bisa begitu ya? Jadi sebenarnya anagram itu apa?

 

Sebenarnya tulisan ini saya buat untuk salah satu murid favorit saya Balthazar “Joe” Isra, angkatan 12 atau Diorama yang baru lulus dari sebuah sekolah menengah atas di Bintaro. Dalam acara graduation, ia mendapatkan penghargaan sebagai peraih nilai tertinggi untuk mata pelajaran kimia, pelajaran yang seringkali membuat siwa sering meringis karena saking banyaknya rumus rumus yang harus dihafalkan. Dari disitulah saya tergerak mengawali tulisan ini dengan kata “Chemistry = shit, me cry!!”  Dan kita tahu acara kelulusan atau graduation adalah masa yang cukup ditunggu, bagai keluar dari suatu hambatan. Dan itulah yang terjadi. Kata “graduation” beranagram dengan frase “out in a drag” yang berarti keluar dari suatu masa masa sulit (ujian).

 

Menurut Encyclopedia Britannica, anagram adalah cara untuk mengubah susunan atau urutan huruf dalam kata atau dalam kalimat. Kata atau makna yang baru timbul tadi akan membentuk kata atau kalimat baru yang harus memiliki arti. Dengan kata lain, anagram bisa didefinisikan sebagai salah satu jenis permainan kata, di mana huruf-huruf di kata awal dapat diacak untuk mendapatkan kata lain atau sebuah kalimat yang berbeda. Arti baru yang muncul dari sebuah anagram bisa berupa sinonim, antonim, atau bahkan sebuah sindiran terhadap kata sebelumnya. Anagram sering dipakai sebagai kode. Bahkan permainan  Scrabble dan Boggle adalah salah satu jenis contoh penggunaan anagram. Sedangkan orang yang menciptakan anagram disebut sebagai anagramatis.

 

Anagram mempunyai aturan tersendiri yang berbeda dengan antigram. Dalam otak atik anagram, paling tidak perlu adanya keselarasan kata atau kalimat yang terkait secara logika dengan kata yang asli walaupun  tidak semua arti anagram memiliki hubungan dengan kata aslinya. Sementara itu, antigram adalah sebuah anagram di mana kata baru yang dihasilkan memiliki pertentangan makna. Misalnya, restful (tenang) ber antigram dengan kata fluster (bingung). Salah satu aturan yang harus diingat dalam anagram adalah keharusan penggunaan seluruh huruf dalam kata atau kalimat asli berikut jumlah yang harus  sama persis dengan yang terdapat dalam kata atau kalimat asli. Jika salah satu huruf tidak digunakan maka kata atau kalimat awal tadi tidak bisa disebut sebagai anagram. Contoh sebuah anagram sindiran atau olok olok seperti nama penyanyi Amerika, Justin Timberlake yang bisa beranagram dengan frase” I m a jerk but listen.” Coba anda perhatikan, apakah ada huruf yang hilang, lebih atau tidak dipakai?

 

Dari paparan diatas muncul pertanyaan, apakah anagram juga sering muncul dalan bahasa Indonesia? Pada kenyataaannya, bentuk anagram memang sangat mudah didapatkan dalam bahasa Inggris, walaupun ada juga di dalam Bahasa Indonesia. Beberapa contoh kata kata berikut ini seperti “daku muda” bisa menjadi “kamu duda”, “duka lara” menjadi “luka dara”, kata “marah” menjadi “ramah”, bahkan “lajang’’ menjadi “jalang”, dan lain-lain. Unik memang!! Bahkan, kata atau frase lokal bisa dianagramkan menjadi term internasional sepanjang kita bisa mengotak-atiknya. Contoh paling pas disini adalah frase Lumpur Lapindo yang beranagram menjadi “unpopular mild” yang bermakna “cairan yang tidak disukai!!” Tepat bukan???

 

So, untuk angkatan 12, Diorama, hanya ini yang bisa saya sampaikan:  happy “graduation”, happy “out in a drag….” (June, 13th 2011)

2 Komentar (+add yours?)

  1. Febrina
    Jan 24, 2013 @ 12:47:20

    ternyata rumit juga ya, walaupun cuma permainan kata kaya gitu ‘-‘)b

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: