AKU INGIN PULANG CEPAT….


AKU INGIN PULANG CEPAT

“Waktunya lima belas menit.” Itulah pemberitahuan Mas Sigit, pembicara kesekian dalam upaya “pemerkosaan” kepada kami dalam latihan menulis di Rumah Perubahan 24-25 Mei ini. Kubiarkan jariku mulai mengguratkan kata per kata yang kuyakin nanti pasti aku bingung memberi judulnya. Kutengok kanan kiriku yang sudah mulai “siap tempur” dengan senjata dan amunisi, pena dan kertas tentunya.

Kuloloskan secarik kertas dari bundel map sisa kertas pelatihan hari pertama. Siang mulai menjelang. Kulirik iringan panitia dengan kardus lunchbox putih jatah makan siang. Aku bergumam dengan benak nakalku. “Ah tunggulah kau cacing cacing nakal dalam ususku! Waktumu tak kan lama lagi kok menggangguku dengan irama dangdut diperut ini” kataku dalam hati. Kupegang bagian abdomenku yang mulai berlemak sambil mengucap mantra pelan untuk menentramkannya. “Sttt, sabar ya…..” bisikku perlahan. Aku tak begitu peduli tatapan aneh peserta lain di sebelahku.

Kutepis jauh jauh pikiran tentang ukuran lingkar pinggangku yang mulai melebar seolah melar rata melingkar membentuk tas pinggang. Aku mengambil sikap santai.  Senyaman mungkin aku  bergaya bak penulis professional. Namun, nampaknya sang ilham dan inspirasi agak enggan datang menghampiri.

“Dreeet dreeet. Dreet dreettt.” Getaran di saku kantong celana menghalangi fokus khusyuk tingkat tinggiku. Kuambil handphone semi “jadul” oleh oleh waktu kerja pertamaku dulu. Sebait untaian aksara rindu menyapaku. “Papah, nanti jadi pulang cepet kan? Katanya mau ngajakin dinner di KFC.”

Aku sedikit tersentak, berfikir sejenak. Sekian menit ada jeda tanganku terambang di udara. Kupikir keningku berkerut, mencari alasan apa yang pas untuk kuberikan kepada panitia. Aku ingin pulang cepat! Gelora rindu kepada Eric anakku dan istriku tak berhasil kuredamkan cepat. Aku ingin pulang cepat!

Dan kubiarkan saja tulisan ini bergulir tak berakhir. Aku mulai tak konsentrasi apa yang akan kutuliskan. Ah aku jadi teringat akan kisah fiksi perjalanan waktu  dalam buku “Time Travel” dari H.G Wells. Dan benakku pun tergoda. Jika aku boleh berharap sesuatu yang tidak mungkin, aku ingin meminta satu hal.  Mudah mudahan waktu cepat berlalu. Aku ingin pulang cepat…..

RUMAH PERUBAHAN, 25 MEI 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: